My Photo
Powered by Friendster Blogs

« I shall blame it on the star | Main | Hidup dengan orang lain berart lebih baik... »

March 09, 2008

Life is ...

Baru lepas menyepi sehari-semalam, saya baru sadar bahwa saya membutuhkan banyak keheningan. Lebih banyak lagi dibanding biasanya.

Akhir-akhir ini saya membatasi diri berkomentar negatif, dan akhirnya berujung belagak tak peduli. Tapi ternyata suara-suara penuh kemarahan masih ada di kepala saya. Malah lebih keras dari suara teriakan penuh kemarahan saya yang ingin saya keluarkan.

Apakah saya menjadi orang bijak karena tidak mau berbicara atau menanggapi?

Saya terlanjur berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengeluarkan monster dari diri saya. Belajar meringankan beban emosi yang sering saya panggul siang-malam. Gampang? Haha. Sama halnya dengan mengangkat satu kaki sambil berusaha jalan. TIDAK SEIMBANG JUGA. (now that I am shouting)

Manusia sabar yang saya kenal pun bisa jutek, judes dan tak perduli demi mencegah dirinya meledakkan kemarahan.

Manusia lain yang lebih dekat dengan sang pencipta pun ternyata masih punya agenda pribadi dan kecenderungan bias. Plus memaksakan kehendak dengan tedeng aling-aling apapunlah.

Manusia yang menyatakan diri untuk memberikan cintanya sepanjang hidupnya seringnya berperan sebagai manusia biasa, bukan super hero. Butuh perhatian, penegasan akan penerimaan, materi. PHEW.

Lah saya? Dewa bukan, malaikat pun bukan. Mau aksi-aksian melebihi jagoan? Mana bisaaa........

Seringnya saya jadi tergugat.Tak jarang dianggap ekstrim. Ah, masih mending dianggap orang lah, daripada dianggap tidak ada.

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .