My Photo
Powered by Friendster Blogs

« Kebersamaan | Main | Mendengarkan suara hati »

July 17, 2007

Lesson from the beach

Saya ternyata mendapat pelajaran baru saat saya sendirian di tepi pantai. Saat itu dini hari, tak ada matahari. Karena gerhana bulan, langit pun tidak ada cahaya.

Saya berlari kencang dan berteriak sepuasnya.  Pada saat saya mengawali lari dan berteriak itu, rasanya dada ini lega. Seolah semuanya bisa tertumpahkan.  Tapi kemudian nafas saya tersengal dan kepayahan. Baru saya sadar, sebenarnya kalau saya lari dengan santai dan mengatur nafas, jarak tempuh pasti lebih jauh.

Memang mudah melakukan sesuatu, saat kita merasa punya kekuatan. Ngotot. Tantangannya adalah pada saat kita mampu dan bisa, sempatkah kita berpikir ;perlukah saya melakukan hal ini?

Ibaratnya wong namanya orang lagi happy, wajar dong ketawa-ketiwi. Bisa ketawa, ya ketawa kencang-kencang. Kalau perlu sampai terkencing-kencing. Tapi perlukah tertawa sampai begitu?

Pada saat kita berkuasa, merasa mampu, di atas angin, dan bisa mengendalikan orang, mudah sekali melakukan apa yang kita mau. Cuma satu hal, perlukah sampai mencundangi orang, membuat orang yang tak berdaya merasa semakin tak berdaya? Mampukah kita menghormati hak si tak berdaya? Punyakah kita ketulusan untuk memberikan kesempatan untuk orang lain : paling tidak untuk mengambil kendali akan hidupnya sendiri? Mengangkat harkat dan martabat orang lain tidak selalu melalui cara memberi. Setiap orang punya pride untuk berusaha dengan upayanya, bukan dengan belas kasihan.

Sebaliknya, pada saat kita tidak berdaya, tak bisa apa-apa, bukan berarti mutlak harus sedih dan putus asa. Kita bisa terus menerus sedih dan berkeluh kesah, tapi perlukah mengumbar kesedihan dan ketidakberdayaan? Jangan-jangan kita cuma mendramatisir situasi. Jangan-jangan keadaan tidaklah seburuk yang kita bayangkan. Siapa tahu kalau kita berusaha lebih keras, pasrah kemudiannya, hasilnya akan lebih baik.

Seperti saat saya kepayahan sesudah berlari kencang sambil berteriak pagi itu, apakah saya semaput kehabisan oksigen? Memang rasanya sulit untuk bernafas, tapi kalau saya atur nafas dengan tenang...tokh tidak sesulit itu. Pun, jika butuh waktu untuk mengatur nafas, saya tidak akan megap-megap dan menggelepar.

Tidak ada yang absolut di dunia ini. Sometimes we win and lose at the same time. Many times life comes in two kinds of packages: sorrow and happiness. Disappointment and hopes.

July 07, untuk teman baik saya yang tengah bimbang.

                            

Comments

Wuiiihhhh kerennnn... dalem banget. Gw stuju 200%. Hidup adalah rasa pahit dan manis dalam satu paket.

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .